Profile

  • Abdullah syauqi
    Abdullah syauqi
    "berjuanglah untuk kejayaan islam" “Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh janji setianya”

Tag





Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan


RED ALERT (1) : Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan



Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatu.


Saudara-saudariku yang dirahmati oleh Allah ta’ala...

Berikut ini marilah kita bahas dan selidik beberapa Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan yang sedemikian gencar "mereka" upayakan terhadap negeri yang bernama Endonesia ini. Maka, WASPADALAH... !!!

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya[82]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ." (QS.al-Baqarah {2}:109).

[82]. Maksudnya: keizinan memerangi dan mengusir orang Yahudi.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Hay bin Akhtab dan Abu Jasir bin Akhtab termasuk kaum Yahudi yang paling hasud terhadap orang Arab, dengan alasan Allah telah mengistimewakan orang Arab dengan mengutus Rasul dari kalangan mereka. Kedua orang bersaudara itu bersungguh-sungguh mencegah orang lain masuk Islam. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 109) sehubungan dengan perbuatan kedua orang itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ’Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)


JALUR-JALUR STRATEGI DITERAPKAN DANGAN BERBAGAI CARA



1. MELALUI INVASI KEBUDAYAAN, dengan mempengaruhi pola pikir

a. Strategi ini diterapkan karena ada ajaran dalam Matius 9: 37-38à tahun 2006 ditetapkan sebagai tahun penunaian besar-besaran=tahun pemurtadan. Dengan meminjam tenaga dari orang Islam yang berpola pikir bebas tanpa batas untuk dijadikan corong pengaburan ajaran islam. Seringkali yang dijadikan senjata adalah ayat al-qur’an surat al-baqarah 62/al-maidah:69 dalih bahwa semua agama itu sama, atau al-maidah:5 dijadikan legalitas kawin campur.

b. Sampai saat ini strategi Snaugh Horgronye masih diterapkan, yakni menghadapi kaum muslimin bukan dengan kekerasan tetapi merusak Islam dari dalam dengan cara

1) Pendangkalan aqidah, yang ditonjolkan adlah mistiknyam khurafat agar mendekati syirik.

2) Menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya, hindarkan mereka menghindari ayat al-qur’an tetapi doronglah pada lagu qiraatnyaàkadang kita terjebak pada tadarus pada percepatannya bukan pada tadarus lafdhiyyah(perhatian pada makhraj dan tajwid dan sangat kurang pada tadabbur(pencermatan) ayat dikaitkan dengan ayat lain atau hadist, mungkin dirunut juga asbabun nuzulnya. Diperkuat dengan pernyataan missionaris Zwemmer pada Konferensi Missionaris

“misi kita bukan menghancurkan muslim, tetapi memisahkan mereka dari ajaran Islam, agar menjadi muslim yang tidak berakhlak, dengan begitu akan membuka kemenangan imperialis di negeri Islam. Tujuan kalian dalma missionaris memepersiapkan generasi baru sesuai kehendak penjajah.

3) Merusak moral angkatan muda Islam

a) Atas nama anak gaul, anak Islam dibujuk senang pada pesta valentine dan halowen yang kadang mengarah pada kebebasan pergaulan.
b) Kasus Doulos anak-anak Muslim yang dicekoki miras dan narkoba bahkan pengakuan John F. Tenker dari Manado (informasi Ulil Albab, Kodiran Salim) bahwa narkoba merupakan alat yang merusak kaum muda Islam, meski dalam hal ini sulit dibuktikan


2. MELALUI INVASI KEKERASAN, cara yang diterapkan adalah dengan:

a. Psywar berupa teror dan pembentukan opini bahwa Islam adalah identik dengan kekerasan, dengan penggunaan ayat-ayat al-Qur’an tentang peperangan dan menunjukkan beberapa kesadisan yang dilakukan Islam (contoh film fitnah)
b. Menimbulkan konflik di daerah-daerah tertentu seperti Maluku dan Poso
c. Penculiian dan dicuci otaknyaàgadis MAN di Padang, Akbid ‘Aisyiyah di Jawa barat, Mahasiswa di Lampung, dst


3. MELALUI JALUR EKONOMI. dengan jargon pengentasan kemiskinan sangat strategis untuk pemurtadan, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan berupa:

a. Pemberian atau peminjaman modal
b. Bantuan/pembebasan SPP
c. Bantuna menyalurkan tenaga kerja
d. Pembagian sembako/ bahkan ada yang berani menggunakan bingkisan lebaran
e. Pemberdayaan masyarakatàACT, Action Church together


4. MELALUI PENDIDIKAN

a. Secara terang-terangan menolak sikdiknas terutama pasal penyediaan guru agama yang sejenis agama anak didik.
b. Mendirikan beberapa perguruan tinggi yang mengajarkan Islamologi sebanyak 36-40 SKS seperti Institut Teologi Kalimatullah(ITK) pimpinan Josias Lengkong, sekolah Tinggi Teologi(STT), Apostolos pimpinan Yusuf Roni. Mereka memiliki ayat-ayat favorit dari al-Qur’an untuk legalisasi ajaran mereka. Dengan persiapan matang mendompleng kajian bersama dan mengetengahkan ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan senjata untuk memukul umat Islam
c. Program Asrama Daniel, Salatiga: Beasiswa Info Internasional


5. JALUR POLITIK. Melalui politik praktis ataupun mempengaruhi kebijakan, misalnya

a. Pendekatan pada pemegang kekuasaan, melakukan intervensi kebijakan, agar mereka menjalankan pemerintahan sesuai pesanan sang majikan.
b. PDS adalah keberhasilan persatuan mereka meraih akses kekuasaan, meski perolehan belum mencukupi tetapi bisa menjadi kekuatan mereka dalam menduduki kekuasaan.
c. Beberapa daerah yang rawan konflik menjadi pemicu SARA, contohnya RMS sejatinya bukan Rakyat Maluku Selatan tetapi Rakyat Maluku Seraini, di Poso. Hal ini selain dapat menjatuhkan citra pemerintah juga bertujuan untuk menyakiti umat Islam
d. Proyek Yosef(2004)=PDS dan Proyek Daud(2009)=PKD(Partai Kristen Demokrat). Target mereka: DPRD kab/kota:286 kursi, DPRD Propinsi: 54 kursi, DPRRI:13 kursi dan melirik RI 1 atau RI 2
e. Politik Mapping(pemetaan Politik)

1) Segmentasi pasar: gereja, ormas, kepemudaan dan mahasiswa
2) Optimalisasi pemilih pemula
3) Gol Hindu, Budha dan Konghucu sebagai karib
4) Kejawen, kebatinan, aliran kepercayaan, dibina secara optimal
5) Floating mass=masa mengambang dan Escapist mass=masa pelarian lahan penggarapan


6. JALUR KESEHATAN SANGAT POTENSIAL. Bahkan dokter aktifis penginjil berpendapat seorang dokter lebih efektif dan efisien melakukan pengabaran injil daripada sepuluh penginjil

a. Pemanfaatan waktu ketika menghadapi pasien
b. Pemanfaatan waktu ketika pasien merasa takut di operasi
c. Memberikan pengobatan dan pemeriksaan gratis
d. Pengonatan massal {endeta Youngren


7. PEMANFAATAN MEDIA TULIS. Berupa buku-buku yang ditulis murtadian, leflet dan brosur serta lukisan, misalnya

a. The Islamic invasion karya Robert Morrey yang kemudian telah dijawab oleh Bunda Irena Handono (muhtadin)
b. Buku upacara Haji tulisan Drs Poernama Winangun (murtadin)
c. pengakuan gadis kristen (NITA) yang mempertanggungjawabkan imannya di pusat pengginjilan Nehemia yang memojokkan pemuda Islam(EKY) yang kemudian dikristenkan.
d. leflef yang sarat dengan ayat al-qur’an dan hadist, seperti rahasia menuju jalan surga, keselamatan Iman dan Ketaatan pada sirathal mustaqim, alamat postboxnya sama dengan penginjil Nehemiaà pengakuan Ihsan Mokoginta(Muhtadin)
e. Yesus dalam Al-Qur’an tulisan Abdul Yadi/Pariyadi(murtadin) yang juga ahli menulis kaligrafi


8. PEMANFAATAN MEDIA SENI BUDAYA

a. Membangan tempat ibadah yang sesuai dengan kebudayaan setempat, gereja berbentuk rumah gadang, gereja denngan kubah, gereja menyerupai rumah tinggal
b. Pengamen mulai melanyanyikan lagu gerejani
c. kaligrafi


MEMINJAM TENAGA YANG TIDAK KASAT MATA, ATAU DENGAN DENGAN CARA MISTIK



a. Meminjan tenaga jin, ada yang kerasukan da menyebut Yesus. Hal ini tidak aneh karena menurut korintus 2:11-14=iblis dapat menyamar menjadi malaikan terang

b. Pengobatan yang tiba-tiba dapt sembuh, walau nanti jika kekuatan jinnya tak ada kembali sakit lagi

PERKAWINAN/PERGAULAN MUDA, dengan beberapa metode, diantaranya

a. D3 (dipacari, dihamili dan dimurtadkan) atau metode hamilisasi, diterapkan kepada sesama anak muda

b. Angkut penumpang, jika pasangannnya kembali ke Islam maka yang terpenting anak-anak didiknya ikut ke kristen.


BERKEDOK ISLAMI



a. Shalawatan, tetapi yang dibaca adalah doa dalam Matius 6:9-13 (abanaldzi fi samawati, lataqaddasi ismuka, liyakti malakuutuka, latakun masyiyatuka...dst) = bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datangkanlah kerajaan-Mu, jadikanlah kehendak-Mu.

b. Melakukan tilawatil injil

c. Membuat kaligrafi juga seperti dalam doa matius 6:9-13

d. Mempelajari ayat-ayat al-Qur’an tertentu untuk legalisasi ajaran mereka

e. Mereka melakukan sholatul sab’u karangan pendeta yusuf Roni:

Tabarokallahu ilahuna kulahinin wa ana kullu awwanin wa dahradahirin. Amen. Bismi abi wa ibni wa rukhil quddusi al ilaha wahid. Ketika pendeta mengakhiri sholat mmembaca “assalamu li jami’ikum, jama’ah menjawab wa ma’a ruhika aidhon

f. Pendeta Ignatius Soetawan lulusan sekolah tinggi Prajnawidya Yogyakarta, berhasil menciptakan shalat rabbaniyah yang doanya dengan bahas Arab menggunakan Injil matius 6:9-1


TRIK PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN



1. Menerapkan injil Matius 10:16,, halus seperti merpati tetapi licik seperti ular

2. Kamuflase atau penyamaran, karena memang diajarkan oleh Paulus dalam Korintus 1, 9:29, pura-pura fasih berbahasa Arab/al-Qur’an

3. Kadang membolehkan dusta atau peniouan dan memang diperbolehkan dalam Roma 3:7, kegiatan tanpa identitas

4. Teori makan bubur panas: pemurtadan diawali dari daerah pinggiran dan pedesaan baru pada pusat desa atau kota

5. Debat, namun sasarannya orang yang lemah pengetahuannya

6. Tebar pesona: menunjukkan sikap baik suka membantu, ramah, sopan, span aktif di masyaarakat, menunjukkan kasih ke setiap orang.

“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendirir, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka. Sampai Allah mendatangkan perintah-Nya*. Sesungguhnya Allah maha Kuasa Atas segala sesuatu.

*maksudnya: keizinan mamerangi dan mengusir orang Yahudi.

Matius 28:19, Amanat Agung, perintah memberitkan injil

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

(ayat ini termasuk yang diklarifikasi menurut Robert Funk guru besar di Havard University ahli pneliti kitab perjanjian baru, ayat ini tambahan)


LOGIKA



Gereja dan pendeta membutuhkan jema’at. Jema’at yang sudah ada milik gereja dan pendeta tertentu. Tiada jalan lain selain memurtadkan umat lain.

Proses perjuangann kaum salibis/palangis untuk kristenisasi di Indonesia melalui proses panjang, berawal dari truma perang salib, kemudian dikembangkan dengan ekspedisi portugal dalma misi TRIPPLE MiSSIONS yaitu god(kejayaan), glory(kekuasaan), gospel(penyebaran agama). Pada masa penjajahan pun telah diterapkan krisrening polotok(1916) melalui misi dan zending yang mat giat upaya pemurtadannya. Sampai KHA. Dahlan pernah debat dengan pendeta Dimine Bakker, Zwemmer, dan Loberton. Ahli kitab (orang yang pernah mendapat kitab), baik Yahudi maupun Nashara à sekarang kristen(kis 11:26). Akan selalu mencari cara maupun celah untuk melaksanakan panggilan/ misi amanat agung tersebut.


GRAND STRATEGI



Dalam sidang Luar Biasa Dewan Gereja Indonesia di Hotel Sahid Surabaya tanggal 8-10 Juni 2001 mereka memutuskan tahapan strategi kristenisasi.

1. Strategi jangka panjang

a. Mewujudkan pemerintahan yang diisi oleh pejabat kristen
b. Mewujudkan agama Kristen sebagai komunitas mayoritas
c. Mewujudkan negara Kristen di Indonesia

2. Strategi jangka menengah

a. Mungupayakan pendirian gereja di seluruh pelosok tanah air
b. Membentuk pasukan yang siap untuk menghadapi musuh kristen
c. Mewujudkan sistem ekonomi terpusat di setiap daerah di Indonesia

3. Strategi jangka pendek

a. Merekrut jama’ah Kristen dengan jalan pemurtadan atau dengan kekayaan/uang
b. Membuat posko pengaduan segala macam kasus

Anggaran untuk grand strategi adalah 200 trilyunn, diantaranya untuk: Proyek Yerico, Proyek Andalas, Proyek Rencong, Proyek DKI, dll.

Wallahua’lam bish-showab. WASPADALAH... !!!

(read more ...)



 ibnu ‘Umar  Radhiallahu Anhu berkata :

 

( كُناَّ نُخَيِّرُ بَيْنَ الناَّسِ فِيْ زَمَانِ رَسُوْلِ اللهِ

 

 

صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنُخَيِّرُ أَبَا بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرَ ثُمَّ عُثْمَانَ )


“Kami memilih siapa orang yang terbaik pada zaman

Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam, lalu kami memilih Abu Bakar, kemudian

‘Umar dan kemudian ‘Utsman” (HR. al-Bukhāriy

a. Seorang Khalifah Yang Mendapat Petunjuk.

Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata, bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

Sesungguhnya pada ummat-ummat sebelum kalian ada orang-orang yang diberi ilham, dan seandainya pada umatku ada seorang yang seperti itu maka ia adalah ‘Umar” (HR. al-Bukhāriy)

Abu Dzar Radhiallahu Anhu berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

Sesungguhnya Allah telah meletak-kan kebenaran pada lidah ‘Umar, dan dia berbicara dengan kebenaran tersebut(HR. Ibnu Mājah, dishahihkan oleh al-Albāniy)

‘Uqbah bin ‘Amir rda berkata bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

“Seandainya setelahku ada Nabi, tentulah ia adalah ‘Umar bin al-Khaththab” (HR. at-Tirmidziy, dihasankan oleh al-Albāniy)

‘Abdullah bin ‘Umar Radhiallahu Anhu berkata, “Tidaklah ada satu perkara yang timbul di antara manusia, lalu orang-orang berkata begini-begitu, sementara ‘Umar berkata begini, kecuali al-Qur’an turun seperti apa yang dikatakan ‘Umar tersebut” (HR. at-Tirmidziy dan Ibnu Mājah, dishahihkan oleh al-Albāniy).

Mujahid rhm berkata, “Adalah ‘Umar berpendapat tentang sesuatu, kemudian al-Qur’an turun sesuai dengan pendapatnya tersebut”

‘Umar Radhiallahu Anhu berkata, “Aku sesuai dengan Rabb-ku dalam tiga hal; aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana jika kita jadikan maqam Ibrahim (tempat berdiri Nabi Ibrahim waktu membangun Ka’bah) sebagai tempat shalat?’, maka turunlah ayat, “Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat” [QS. al-Baqarah (2): 125], dan aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ikut masuk kepada istri-istrimu orang-orang yang baik dan yang fasik, maka perintahkanlah istri-istrimu untuk berhijab”, maka turunlah ayat hijab [QS. al-Ahzāb (33): 59]. Pernah istri-istri Nabi bersepakat dalam ghīrah (kecemburuan) maka aku berkata, “Jika Nabi menceraikan kalian, boleh jadi Rabb-nya akan memberi ganti untuknya dengan istri-istri yang lebih baik dari kalian”, maka kemudian turunlah ayat seperti itu [QS. at-Tahrīm (66): 5](HR. al-Bukhāriy dan Muslim. Dalam riwayat Muslim ada tambahan, “Dan dalam masalah tawanan perang Badar”]

Sebelum diharamkannya khamr (minuman keras), ‘Umar pernah berdoa, “Ya Allah, terangkanlah untuk kami tentang khamr dengan penjelasan yang tuntas”, kemudian Allah menurunkan ayat yang mengharamkannya [QS. al-Mā’idah (5): 90-91]

b. Kesederhanaannya.

Tatkala ghanīmah (harta rampasa perang) dari tentara Kisra (Raja Persia) didatangkan kepada Khalifah ‘Umar Radhiallahu Anhu, maka ia melihat perhiasan dunia yang sangat menarik lagi memukau, jutaan dinar telah dibelanjakan untuk mewujudkannya, akan tetapi ternyata itu semua tak mampu menolong para pemiliknya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menceraiberaikan mereka di dunia, sementara di akhirat nanti telah disiapkan untuk mereka adzab yang pedih. Kemudian ghanimahghanimah tersebut dikirim kepada ‘Umar untuk dibagikan kepadanya dia dan kaum muslimin. Tiba-tiba beliau membandingkan dengan pan-dangan mata dan bashīrah (pandangan hati)nya antara kehidupannya dengan kehidupan kedua shahabatnya, yaitu Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam dan Abu Bakar Radhiallahu Anhu. Maka ia mendapati bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyelamatkan keduanya dari melihat harta yang menggoda tersebut.

Maka iapun takut jika diuji dengan harta tersebut sebagai istidrāj (kenik-matan yang menyeret seseorang ke-pada kebinasaan). Iapun menangis seraya berkata, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mencegah harta ini dari rasul-Mu, padahal dia lebih Engkau cintai dan lebih mulia di sisi-Mu dari pada aku. Dan Engkau telah mencegahnya dari Abu Bakar, padahal dia lebih Engkau cintai dan lebih mulia daripada aku.  Kemudian Engkau memberikannya kepadaku, maka aku berlindung kepada-Mu dari Engkau be-rikan harta ini kepadaku untuk mencelakakanku”. Kemudian beliaupun menangis hingga orang-orang yang yang ada di sekitarnya merasa kasihan kepadanya. Lalu ia berkata kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallahu Anhu, “Aku ber-sumpah kepadamu agar engkau men-jualnya lalu membagikannya kepada manusia sebelum datangnya sore hari”

Ahnaf bin Qays Radhiallahu Anhu berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di pintu rumah ‘Umar tiba-tiba lewatlah seorang budak wanita. Orang-orang berkata, ‘Ini budak wanita milik Amirul Mukminin”, mendengar itu ‘Umar membantah, ‘Bukan, ia bukan milik Amirul Mukminin, tapi termasuk dari harta Allah (baitul mal)’ Lalu kami bertanya, ‘Lalu apa yang boleh baginya dari harta Allah?’, beliau menjawab, ‘Sesungguhnya tidak halal bagi ‘Umar dari harta Allah kecuali dua pakaian, satu pakaian untuk musim panas serta apa yang saya pakai untuk haji dan ‘umrah. Makananku dan keluargaku tidak berbeda dengan apa yang dimakan oleh salah seorang dari Quraisy”

Ketika pada masanya terjadi musim paceklik, maka selama setahun beliau tidak pernah makan daging atau minyak samin.

Qatadah rhm berkata, “’Umar mengenakan jubah dari wol yang bertambal padahal beliau adalah khalifah. Ia berkeliling di pasar-pasar dengan membawa tongkat kecil di pundaknya untuk mendidik orang-orang”

Anas Radhiallahu Anhu berkata, “Aku melihat em-pat tambalan di baju ‘Umar di antara dua pundaknya”

Suatu hari beliau menjenguk ‘Ashim, putranya. Beliau dapati anaknya sedang makan daging. ‘Umar berkata, “Apa ini?” ‘Ashim menjawab, “Kami sedang berselera untuk makan daging”, ‘Umar berkata, “Apakah setiap kali engkau berselera sesuatu engkau akan mema-kannya? Cukuplah sebagai pemborosan jika seseorang memakan semua yang diinginkannya”

C. Rasa Takutnya Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Anas bin Malik rda berkata, “Aku pernah masuk satu kebun lalu aku men-dengar ‘Umar berkata –antara aku dan dia terhalang sebuah tembok–, ’Umar bin al-Khaththab Amirul Mukminin, ah!! ah!! Sungguh engkau harus takut kepada Allah wahai anak al-Khaththab, atau kalau tidak maka Allah akan me-nyiksamu”

al-Hasan Radhiallahu Anhu berkata, “Kadang-kadang ketika ‘Umar membaca satu ayat dari bacaan rutinnya, maka ia terjatuh sakit hingga dijenguk berhari-hari”

Muhammad bin Sirin Rahimahullah berkata, “Suatu hari mertua ‘Umar datang me-nemuinya, lalu ia minta supaya ‘Umar memberinya sejumlah uang dari Baitul Mal. ‘Umar membentaknya seraya ber-kata, “Engkau ingin agar aku menghadap Allah sebagai raja yang berkhianat?” kemudian ‘Umar memberinya dari hartanya sendiri sebanyak sepuluh ribu dirham.

Demikianlah sikap wara’ ‘Umar Radhiallahu Anhu, hingga an-Nakha’i berkata, “Sesung-guhnya ‘Umar biasa berdagang pada-hal beliau adalah seorang khalifah”

‘Abdullah bin ‘Umar Radhiallahu Anhu berkata, “Aku tidak pernah melihat ‘Umar marah lalu disebut nama Allah di sisinya atau seseorang membaca ayat al-Qur’an, melainkan marahnya akan berhenti dan segera mengurungkan niatnya”

D. Keutamaannya 

Ibnu ‘Umar rda dan Abu Hurai-rah rda berkata bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

“Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi berada di samping sumur yang ada embernya. Lalu aku menimba dari sumur itu sampai apa yang dikehendaki Allah. Kemudian ember itu diambil oleh Abu Bakar lalu ia menimba satu atau dua ember dan pada timbaannya ada kelemahan tetapi Allah mengampuninya. Kemudian datanglah ‘Umar lalu ia pun mengambil air dari sumur itu maka di tangannya ember tersebut berubah menjadi besar. Aku tidak pernah melihat orang kuat dari kalangan manusia yang berbuat menakjubkan seperti yang dilakukan olehnya sehingga orang-orang pun minum dengan puasnya” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim)

an-Nawawi rhm berkata bahwa hal ini adalah isyarat tentang kekhilafahan Abu Bakar dan ‘Umar, serta banyaknya futūhāt (pembukaan negeri) serta ber-jayanya Islam pada masa ‘Umar.

Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu Anhu berkata, “Sesungguhnya masuk Islamnya ‘Umar sebuah kemenangan besar, hijrahnya merupakan tanda pertolongan Allah, dan khilafahnya merupakan rahmat dari-Nya bagi kaum muslimin. Kami tidak ada yang berani shalat di Ka’bah secara terang-terangan hingga ‘Umar masuk Islam”

Perkataan Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu Anhu tersebut menggambarkan  kepada kita begitu pentingnya ‘Umar bin al-Khath-thab bagi perjalanan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiallahu Anhu berkata, Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

“Wahai Ibnu al-Khaththab (‘Umar), demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan menemuimu berjalan di satu jalan melainkan ia mengambil jalan lain yang bukan jalanmu” (HR. al-Bu-khāriy dan Muslim)

‘Aisyah Radhiallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

“Sesunggguhnya aku melihat setan, jin dan manusia lari dari Umar” (HR. at-Tirmidziy)

Ibnu ‘Umar Radhiallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

“Ketika aku sedang tidur aku meminum susu hingga aku lihat rasa puas me-ngalir sampai di kuku-kukuku kemudian aku berikan susu tersebut kepada ‘Umar. Para sahabat berkata, “Apa yang engkau ta’wilkan tentang mimpi itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: Ilmu” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim

E. Pujian Para Sahabat dan as-Salaf Terhadapnya.

Abu Bakar ash Shiddiq Radhiallahu Anhu berkata, “Tidak ada seorang laki-laki yang lebih aku cintai di muka bumi ini selain dari ‘Umar”

Abu Bakar Radhiallahu Anhu tidak melihat orang yang lebih tepat untuk memegang ja-batan khilafah sepeninggal beliau selain ‘Umar Radhiallahu Anhu, maka beliau pun berwasiat agar penggantinya sebagai khalifah adalah ‘Umar Radhiallahu Anhu. Ketika orang-orang bertanya kepada Abu Bakar, “Apa yang akan engkau katakan kepada Rabb-mu sementara engkau te-lah menunjuk ‘Umar sebagai khalifah?” Beliau menjawab, “Akan aku katakan kepada-Nya, aku tunjuk untuk memimpin mereka orang yang terbaik di antara mereka”

Ibnu ‘Umar Radhiallahu Anhu berkata, “Aku tidak melihat seorang laki-laki pun setelah Nabi Salallahu Alaihi Wasalam semenjak beliau wafat, orang yang lebih tegas dan pemurah selain dari ‘Umar”

Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu Anhu berkata, “Demi Allah, aku tidak mengetahui seorang laki-laki yang tidak takut di jalan Allah kepada celaan orang-orang yang suka mencela selain ‘Umar”

F. Wafatnya.

Anas bin Malik Radhiallahu Anhu berkata bahwa Nabi Salallahu Alaihi Wasalam pernah naik ke bukit Uhud dan bersama beliau ada Abu Bakar Radhiallahu Anhu, ‘Umar Radhiallahu Anhu dan ‘Utsman Radhiallahu Anhu. Tiba-tiba bukit Uhud bergetar, maka beliau meng-hentakkan kakinya seraya berkata, “Tenanglah wahai Uhud, tidak ada yang di atasmu selain Nabi atau shiddiq atau dua orang syahid” (HR. al-Bukhāriy)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa ‘Umar akan dibunuh sebagai syahid. Dan memang terbukti.

Ketika beliau sedang bersiap-siap untuk mengimami shalat Shubuh, tiba-tiba muncul seorang Majusi yang bernama Abu Lu’lu’ah yang telah lama memendam kebencian kepada ‘Umar, sebilah belati dia tikamkan ke pundak dan pinggang ‘Umar. Beliaupun terjatuh dan segera diboyong ke rumahnya 

Para shahabat yang menengoknya menghibur ‘Umar dengan menyebut-kan jasa-jasa kebaikannya. Tetapi beliau berkata, “Sungguh demi Allah, aku berharap seandainya aku keluar dari dunia ini dengan impas, tidak ada dosa dan tidak ada pahala bagiku, sedangkan persahabatanku dengan Rasulullah tetap kumiliki”. Kemudian beliau berkata pula, “Segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kematianku di tangan seorang Muslim” 

G. Kabar Gembira Baginya.

Abu Hurairah Radhiallahu Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam bersabda:

“Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi berada di surga. Tiba-tiba aku melihat seorang wanita sedang berwudhu’ di samping sebuah istana lalu aku bertanya, ‘Mi-lik siapakah istana ini?’ Mereka menjawab, ‘Milik ‘Umar’ Kemudian aku teringat akan sifat cemburumu (wahai ‘Umar) lalu aku pun berpaling ke belakang”. Mendengar itu ‘Umar pun menangis  seraya berkata, ‘Apakah terhadapmu aku akan cemburu wahai Rasulullah?” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim)

‘Ali bin Abi Thalib rda berkata bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam pernah bersabda:

“Abu Bakar dan ‘Umar adalah penghulu para penghuni syurga dari kalangan orang tua mulai dari orang-orang yang pertama (al-awwalin) sampai orang-orang yang terakhir (al-akhirin), selain para nabi dan rasul. Janganlah engkau beri tahu mereka berdua –wahai Ali– ketika mereka berdua masih hidup” (HR. Ibnu Mājah dan at-Tirmidziy, dishahihkan oleh al-Albāniy) 

Abdullah bin Abbas Radhiallahu Anhu berkata, “Ketika ‘Umar telah diletakkan di atas pembaringannya (sehabis ditikam), maka orang-orang mengelilingi dan mendoakannya sebelum beliau diang-kat, ketika itu aku berada di antara mereka, tiba-tiba seorang laki-laki muncul dari belakangku sambil memegang pundakku, ternyata ia adalah ‘Ali. Ia mendoakan rahmat bagi ‘Umar seraya berkata, “Tidaklah aku tinggalkan seorang laki-laki yang aku ingin menghadap kepada Allah dengan membawa amal seperti amalnya selain engkau wahai ‘Umar. Demi Allah, aku menduga bahwa Allah akan mengumpulkanmu bersama kedua shahabatmu, sering sekali aku mendengar Nabi berkata, ‘Aku pergi  bersama Abu Bakar dan ‘Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan ‘Umar, aku keluar bersama Abu Bakar dan ‘Umar” (HR. al-Bukhāriy).

Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atasmu wahai shahabat mulia.

Semerbak harum syurga menung-gumu dengan penuh kerinduan.

Dan kami haturkan berjuta terima kasih atas perjuanganmu!

Semoga perjuangan dan keteladananmu dapat kami contoh!

(teamhasmi.org)

(read more ...)



Saudara group pengobatan islami yang di mulyakan Alloh Swt...Obat pada umumnya adalah sesuatu yang tidak disukai, pada saat yang lampau anak yang sulit makan sering dibawa kepada mbah bidan bayi untuk di “cekok” agar nafsu makannya menjadi normal. Dengan susah payah sianak meronta dan menangis tidak menyenangi apa yang dicekokkan kedalam dirinya. Namun dari sekian pengalaman panjang Alhamdulillah, banyak anak-anak yang nafsu makannya bangkit normal setelah mendapatkan perawatan darinya.

Obat selamanya dirasakan pahit oleh orang yang sedang sakit. Demikian pula kebenaran Al-Islam selamanya dirasakan pahit oleh orang-orang yang masih suka memperturutkan hawa nafsu. Selama manusia masih menuhankan hawa nafsu maka akan merasa susah dan merasa terkungkung dan terbebani dengan Al-Islam.

Untuk merasakan islam secara lezat dan istiqomah dengannya, biasa dilakukan dengan pengajaran dan pendidikan di pondok-pondok pesantren. Para ustadz-ustadz sepuh yang telah banyak makan garam mendidik diri dan menggeluti serta mendakwahkan islam, dengan sabar dan teliti mendidik anak-anak asuhnya untuk sabar menelusuri jalan-jalan ittiba’ Rasulullah SAW dalam memahami dan mengamalkan kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kesabaran para ustadz-ustadz sepuh yang sudah merasakan lezatnya islam, demikian sabar mendidik anak-anak muda yang jiwanya masih muda, yang hawanafsunya masih ganas untuk dipuaskan. Namun kesabaranlah yang harus dikedepankan. Rasulullah pernah bersabda yang artinya;

Saudaraku pengobatan islami. Dari Nawas bin Sam’an r.a. berkata; Rasulullah SAW pernah bersabda: ” Allah telah menjadikan perumpamaan akan jalan yang lurus. Di kanan kiri sepanjang jalan itu ada dua pagar, yang pada kedua-duanya ada pintu-pintu yang terbuka, dan pada tiap-tiap pintu ada tabir yang dibelah, dan diawal jalan lurus itu ada seorang penyeru yang berkata:” Hai manusia , masuklah kamu sekalian ke jalan lurus itu dengan bersama-sama dan janganlah menyimpang” Dan ada seorang penyeru lagi yang berseru diatas jalan. Maka jikalau ada seorang manusia hendak membuka sesuatu dari pintu-pintu (di kanan kiri) tadi, penyeru diatas jalan berkata, “Kasihanilah engkau, janganlah engkau membuka pintu, karena jika engkau membukanya niscaya engkau memasukinya.” Adapun jalan lurus itu adalah Al-Islam, dan kedua pagar itu ialah batas-batas Allah Ta’ala, dan penyeru yang ada diatas permulaan jalan itu ialah kitab Allah (Al-Qur’an), dan yang berseru dari sebelah atas itu adalah juru pemberi ingat(dari) Allah yang ada dalam hati tiap-tiap orang Islam” (HR Ahmad dan Al-Hakim)

Demikian jelasnya gambaran tentang jalan lurus dan jalan-jalan yang menyimpang. Para Ustadz-ustadz sepuh sudah banyak makan asam garam tentang jalan lurus Al-Islam, serta mengetahui jalan-jalan menyimpang yang bila kita mencoba membukanya, maka pasti manusia akan terjerumus didalamnya.

Jaman modern seperti sekarang ini, ketika pergaulan budaya telah mengglobal nampak disana-sini pintu-pintu penyimpangan semakin banyak dan semakin lebar. Sehingga bila seseorang tidak benar-benar perpegang teguh dan memahami jalan lurus(Al-Qur’an) kemungkinan besar akan terjerumus kedalam jalan-jalan yang menyimpang. Sahabat Ali r.a pernah menyampaikan hadist yang artinya:

Dari ‘Ali ra berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya (dikalangan umat) akan ada fitnah. ” Maka aku berkata: ” Bagaimanakah jalan keluar daripadanya, ya Rasulullah?” Beliau SAW bersabda: “Kitab Allah, didalamnya berita dari apa-apa yang sebelum kamu, khabar segala apa yang(terjadi) di antara kamu. Dan ia membentangkan yang benar dan yang salah, dia bukannya permainan. Barangsiapa yang meninggalkannya karena kesombongan(merasa tidak butuh) niscaya Allah membinasakannya. Barangsiapa yang mencari petunjuk selain daripanya, tentu Allah menyesatkannya. Dan itulah tali Allah yang kokoh kuat. Peringatan yang bijaksana, dan itulah jalan lurus. Dia tidak dapat digelincirkan oleh hawa nafsu, dan tidak pula dapat dicampuri oleh perbuatan manusia, dan tidak akan merasa kenyang para ahli ‘ ilmu pengetahuan dari padanya, dan dia tidak akan hancur karena banyaknya sanggahan(penolakan), dan tidak akan habis-habisnya keajaiban-keajaibannya, dan pula bagi bangsa jin tidak ada berhentinya tatkala mendengar bacaan yang mengherankan, yang menunjukkan(memimpin) kepada jalan kecerdikan. “Barangsiapa yang berkata dengan dia, tentu benar, dan barangsiapa berusaha (bekerja) dengan pimpinannya, tentu diberi pahala dan barang siap yang menghukum dengan dia, tentu adil, dan barang siapa yang berseru dengannya, tentu ia mendapat petunjuk ke jalan yang lurus.” (HR At-Turmudzi)

Begitulah Al-Qur’anul Karim, memiliki kedudukan yang amat mulia dan amat tinggi. Dan sesuatu yang harus dipelajari, dicintai dan dipegang teguh sepanjang kehidupan dari generasi kegenerasi. Agar dapat hidup di dunia dengan kwalitas tinggi, sehingga pulang kepada Allah dengan penuh kebahagiaan dan puas, hidup didunia dengan hidup yang berkwalitas tinggi, pulang ke akherat penuh dengan amal-amal yang membahagiakan.Terimakasih atas partisipasinya

(read more ...)



Pesan Kebangkitan Untuk Putra & Putri Ummat Yang Terluka

Saudara-saudara kaum muslimin yang kami cintai..

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh..

Perkenankanlah kami, Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), sebuah gerakan dakwah kebangkitan, menyampaikan pesan singkat dan ajakan ini.Kejayaan dan kecemerlangan dunia yang membahagiakan, ada pada penitian jalan yang lurus, jalan wahyu Ilahy… Semua jalan selain jalan itu adalah jalan kesengsaraan yang selalu dibanjiri oleh arus derita.Hal itu adalah tatanan dasar kehidupan sejak terciptanya kehidupan ini. Tatanan yang tak akan berubah sepanjang masa… Penyelisihannya adalah bencana yang besar.

Tanpa sedikitpun mengurangi nilai-nilai kemulyaan yang ada di negeri ini, kita akui bahwa kondisi penyelisihan jalan Ilahi yang lurus, Sirotulmustaqim, di negeri kita dewasa ini sudah sangat memprihatinkan sekali. Kesyirikan-kesyirikan, kepalsuan-kepalsuan, kerusakan akhlak, pembangkangan besar-besaran terhadap hukum-hukum Alloh subhanahu wa ta’ala di seluruh bidang kehidupan dan lain-lainnya sudah menjadi bagian yang besar dari kehidupan masyarakat kita.

Masyarakat kita dipenuhi oleh kenistaan-kenistaan. Korupsi.. judi.. miras.. porno aksi.. penindasan-penindasan.. takhayul.. kepalsuan-kepalsuan dan lain-lain. Semua itu akan, bahkan sudah menyebabkan bencana-bencana yang terus-menerus menimpa kita! Banjir… dan banjir lagi, gempa, letusan gunung merapi, bermacam-macam penyakit; demam berdarah, flu burung dan sekarang… sekarang! Flu babi, yaa flu babi yang dangat diharamkan! Bencana, bencana dan bencana. Bencana-bencana itu tak akan pernah berhenti sampai kita semua terbinasakan! Kecuali bila kita mau bangkit kembali meniti Sirotulmustaqim, Islam yang murni, yang tidak tersusupi oleh ritual-ritual palsu karangan tangan-tangan kotor para penoda. Sampai kita bertekad meninggalkan kenistaan-kenistaan itu. Dengan demikian bukan hanya keselamatan dunia saja yang dicapai, tetapi juga kebahagiaan akhirat, yang pada hakikatnya adalah tujuan kita yang utama.

Mari bergabung dengan HASMI, berupaya membentuk masyarakat yang Islami demi meraih keselamatan dan kebahagiaan dunia dan di akhirat. Jalan yang kami tempuh untuk tujuan ini adalah jalan dakwah yang damai dan tentram.

Kami memilih strategi dakwah, karena demikianlah strategi para rasul. Kami menolak strategi kekerasan yang hanya melahirkan kekacauan, ketakutan dan kerusakan. Strategi seperti ini tidak bisa melahirkan sebuah kebangkitan. Walaupun kami meyakini bahwa jalan parlementer tidak akan melahirkan kebangkitan, karena kebangkitan jiwa hanya bisa terjadi dengan pencerahan jiwa-jiwa oleh usaha-usaha dakwah yang benar, tetapi kami tetap menghargai keyakinan saudara-saudara kita yang meniti jalan parlementer.

Dengan dakwah yang benar untuk meniti manhaj yang benar, kami yakin kita akan sanggup membentuk jaringan orang-orang yang bertekad untuk meniti jalan yang lurus terlepas dari tingkatan keislaman masing-masing. Jaringan yang terus menerus dibina secara Islami adalah embrio sebuah masyarakat Islami…

Tak usah ragu untuk menjadi anggota, tidak ada syarat apapun juga! Anda tak akan terbebani oleh beban apapun juga. Kami tidak meminta harta anda. Hubungan kita tidak didasarkan atas harta. Kami akan memberi tahu tentang kegiatan-kegiatan kami dan anda bisa mengikuti jika anda menghendakinya dan tidak ada pertanyaan mengapa tidak mengikutinya.

Semua tanpa beban… semua hanya ketentraman…

Mari bergabung bersama kami dengan mendaftarkan diri anda melalui :

http://www.hasmi.org/hasmi/index.php?option=com_content&view=article&id=64&Itemid=70

atau

Ketik:

Daftar#Nama#Jenis kelamin#Tahun kelahiran#Kota domisili

Kirim ke: 08121 000 9451 (tarif biasa)

Setelah menerima nomer keanggotaan, anda kami minta mengirimkan alamat email (jika ada) dan alamat pos yang sejelas-jelasnya ke nomer yang sama untuk memudahkan korespondensi kita. Dengan cara ketik:

Lengkapi#Nama#Alamat lengkap#Email anda

Kirim ke: 08121 000 9451

Atas nama DPP HASMI-BOGOR, kami ucapkan banyak terima kasih atas kesudian anda menyimak pesan kami ini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh

(read more ...)



PERUMPAMAAN ORANG YANG BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (Al-Hajj: 73)

Allah menyeru kepada segenap umat manusia agar mendengarkan perumpamaan agung yang telah dibuatNya, dengan mengatakan:
"Sesungguhnya para wali dan orang-orang shalih serta lainnya yang kamu berdo’a kepadanya agar menolongmu saat kamu berada dalam kesulitan, sungguh mereka tak mampu melakukannya. Meskipun sekedar menciptakan makhluk yang sangat kecil pun mereka tidak bisa. Menciptakan lalat, misalnya. Bahkan jika lalat itu mengambil dari mereka sejumput makanan atau minuman, mereka tak mampu merebutnya kembali. Ini merupakan bukti atas kelemahan mereka, juga kelemahan lalat. Jika demikian halnya, bagaimana mungkin engkau berdo’a kepada mereka, sebagai sesembahan selain Allah?"
Perumpamaan di atas merupakan pengingkaran dan penolakan yang amat keras terhadap orang yang berdo’a dan bermohon kepada selain Allah, baik kepada para nabi atau wali.

Allah berfirman:

"Hanya bagi Allah lah(hak mengabulkan) do’a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do’a (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka." (Ar-Ra’ad: 14)

Ayat di atas mengandung pengertian bahwa do’a, yang ia merupakan ibadah, wajib hanya ditujukan kepada Allah semata.
Orang-orang yang berdo’a dan memohon kepada selain Allah, tidak mendapatkan manfaat dari orang-orang yang mereka sembah. Mereka tidak bisa memperkenankan do’a barang sedikitpun.

Menurut riwayat dari Ali bin Abi Thalib , menjelaskan perumpamaan orang yang berdo’a kepada selain Allah yaitu seperti orang yang ingin mendapatkan air dari tepi sumur (hanya) dengan tangannya. Maka hanya dengan tangannya itu, tentu dia tidak akan mendapatkan air selama-lamanya, apatah lagi lalu air itu bisa sampai ke mulutnya?"

Menurut Mujahid," (seperti orang yang) meminta air dengan lisannya sambil menunjuk-nunjuk air tersebut (tanpa berikhtiar selainnya), maka selamanya air itu tak akan sampai padanya."
Selanjutnya Allah menetapkan, bahwa hukum orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah adalah kafir, do’a mereka hanya sia-sia belaka. Allah berfirman:
"Dan do’a (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka." (Ar-Ra’ad: 14)

Maka dari itu, wahai saudaraku sesama muslim, jauhilah dari berdo’a dan memohon kepada selain Allah. Karena hal itu akan menjadikanmu kafir dan tersesat. Berdo’alah hanya kepada Allah semata, sehingga engkau termasuk orang-orang beriman yang mengesakan-Nya.

(read more ...)